| Tinta Dye Based » FAST PRINT Adalah jenis tinta yang berbahan dasar air. Paling aman digunakan untuk segala jenis head printer Epson, Canon dan HP. Pernah dilakukan pengujian, head printer dapat bertahan selama 3 tahun dan bahkan dibiarkan tidak di print selama 1 bulan, printer tetap dapat melakukan proses printer dengan normal. Padahal biasanya tinta merek lain memerlukan pemasanan setiap hari. Tentunya ini menjadi merepotkan jika printer anda tidak digunakan setiap hari. Ketajaman hasil print ke segala jenis kertas dijamin 100% memuaskan. Tips Penggunaan tinta Dye Based agar tahan lama : Berikan Pelapis pada kertas hasil print, misal kertas Photo Glossy dengan Stiker Laminating Dingin. Contoh Kertasnya dapat dilihat di link berikut : http://fastprint.co.id/index.php?s=laminating Sumber: http://fastprint.co.id/perbedaan_jenis_tinta_dye_based_pigment_sublim.php Aplikasi Tinta Dye Based sering digunakan untuk : Hampir semua jenis kertas bisa menggunakan tinta Dye based karena karakter bahan dan harganya yang lebih terjangkau. Contoh kertasnya seperti kertas HVS, Glossy Paper, PVC ID Card, Inkjet Paper, Canvas, Silky Paper dan sebagainya. Tinta Dye based tidak bisa digunakan untuk mengeprint jenis kertas :
Berikut Hasil Print berbagai jenis kertas yang kami scan secara langsung : Photo Paper Glossy 230gr, Premium Photo Paper Glossy 270gr (Resin Coated Paper-Khusus Kertas Photography) dan Double Matte : Gambar untuk gambar Photo Paper Glossy 230gr : Gambar untuk gambar Premium Photo Paper Glossy 270gr : Gambar untuk gambar Kertas Double Matte : KEUNGGULAN TINTA FAST PRINT DYE BASED :
Tersedia untuk printer : Epson, Canon, Brother dan HP. Link produk tinta Dye Based Fast Print ; |
| Tinta Dye Based - Anti UV Korea » FAST PRINT Adalah jenis tinta yang berbahan dasar air juga, Cuma perbedaan yang signifikan disini ada pada kelebihan daya tahan terhadap kelunturan dari faktor lingkungan dan sinar matahari lebih baik. Maka dari itu disebut tinta Anti UV. Tinta ini adalah buatan korea. Aplikasi dan penggunaannya tetap sama seperti Dye Based Anti UV diatas. Tips Penggunaan tinta Dye Based Anti UV agar tahan lama : Berikan Pelapis padakertas hasil print, misal kertas Photo Glossy dengan Stiker Laminating Dingin. Contoh Kertasnya dapat dilihat di link berikut : http://fastprint.co.id/index.php?s=laminating Aplikasi Tinta Dye Based Anti UV sering digunakan untuk : Hampir semua jenis kertas bisa menggunakan tinta Dye based Anti UV karena karakter bahan dan harganya yang lebih terjangkau. Contoh kertasnya seperti kertas HVS, Glossy Paper, PVC ID Card, Inkjet Paper, Canvas, Silky Paper dan sebagainya. Tinta Dye based Anti UV tidak bisa digunakan untuk mengeprint jenis kertas :
Berikut Hasil Print berbagai jenis kertas yang kami scan secara langsung : Photo Paper Glossy 230gr, Premium Photo Paper Glossy 270gr (Resin Coated Paper-Khusus Kertas Photography) dan Double Matte : Gambar untuk gambar Photo Paper Glossy 230gr : Gambar untuk gambar Premium Photo Paper Glossy 270gr : Gambar untuk gambar Double Matte 220gr : KEUNGGULAN TINTA FAST PRINT DYE BASED ANTI UV :
Tersedia untuk printer : Epson, Canon, Brother dan HP. Link produk tinta Dye Based Anti UV Fast Print : |
| Tinta PIGMENT » FAST PRINT Tinta jenis ini berbasis minyak (oil base) dan ANTI AIR, ANTI PUDAR DAN TAHAN LAMA. Aplikasinya paling cocok untuk cetak dokumen penting seperti ijazah,akta tanah,rumah, Foto paper, Art Paper, Inkjet Paper, dll. Tinta Pigment juga terbagi menjadi beberapa jenis : |
| Tinta PIGMENT/DURABRITE ART PAPER KOREA » FAST PRINT Tinta PIGMENT/DURABRITE EPSON KOREA adalah tinta anti pudar dan luntur, yang didesign khusus untuk diaplikasikan ke jenis kertas Art Paper(Kertas Brosur), Photo paper, Premium Glossy/ Silky Paper, HVS, Kertas PVC, Stiker Photo Paper, dll. Keunggulan utamanya, Setelah tinta di print ke Art paper, Tinta akan langsung kering (Tanpa perlu pemanas tambahan lagi seperti yang ditemui tinta pigment pada umumnya), dan tidak memerlukan setting khusus pada printer. Hasil print tidak akan pudar walau terkena sinar matahari secara langsung dalam jangka waktu yang lama. Sangat cocok digunakan untuk Usaha Photo yang membutuhkan Kualitas Maximal hasil print photo yang tetap terjaga awet baik diletakan pada lokasi indoor maupun outdoor. Tinta PIGMENT/DURABRITE ART PAPER KOREA tidak bisa digunakan untuk mengeprint jenis kertas : Lembaran Plastik untuk presentasi OHP. Berikut Hasil Print berbagai jenis kertas yang kami scan secara langsung : Art Paper, Photo Paper Glossy 230gr, Premium Photo Paper Glossy 270gr (Resin Coated Paper-Khusus Kertas Photography), dan Double Matte : Hasil Print dengan Kertas Art Paper Gambar untuk gambar Art Paper 260gr : KEUNGGULAN TINTA FAST PRINT PIGMENT/DURABRITE KOREA :
|
| Tinta PIGMENT/DURABRITE ART PAPER CHINA Tinta PIGMENT/DURABRITE EPSON CHINA adalah tinta anti pudar dan luntur, yang didesign khusus untuk diaplikasikan ke jenis kertas Art Paper(Kertas Brosur), Photo paper, Premium Glossy/ Silky Paper, HVS, Kertas PVC, Stiker Photo Paper, dll. Perbedaan dengan Art Paper Korea hanya di karakter print yang dihasilkan. Tinta Art Paper Korea lebih halus dan tajam sedangkan tinta Art Paper China lebih natural. Untuk lebih detailnya bias diliat pada contoh hasil scan di link berikut : Keunggulan utamanya, Setelah tinta di print ke Art paper, Tinta akan langsung kering (Tanpa perlu pemanas tambahan lagi seperti yang ditemui tinta pigment pada umumnya), dan tidak memerlukan setting khusus pada printer. Hasil print tidak akan pudar walau terkena sinar matahari secara langsung dalam jangka waktu yang lama. Sangat cocok digunakan untuk Usaha Photo yang membutuhkan Kualitas Maximal hasil print photo yang tetap terjaga awet baik diletakan pada lokasi indoor maupun outdoor. Tinta PIGMENT/DURABRITE ART PAPER CHINA tidak bisa digunakan untuk mengeprint jenis kertas : Lembaran Plastik untuk presentasi OHP. Berikut Hasil Print berbagai jenis kertas yang kami scan secara langsung : Art Paper, Photo Paper Glossy 230gr, Premium Photo Paper Glossy 260gr (Resin Coated Paper-Khusus Kertas Photography), dan Double Matte : Gambar untuk gambar Art Paper 260gr : KEUNGGULAN TINTA FAST PRINT PIGMENT/DURABRITE CHINA :
|
| Tinta PIGMENT/DURABRITE PHOTO KOREA Tinta PIGMENT/DURABRITE PHOTO KOREA adalah tinta anti pudar dan luntur, yang didesign khusus untuk diaplikasikan ke jenis kertas Glossy Photo Paper 230g, Premium glossy Photo paper 260g, Premium Glossy/ Silky Paper, Stiker Photo Paper, dll. Keunggulan utamanya, Setelah tinta di print ke Kertas foto, Tinta akan langsung kering (Tanpa perlu pemanas tambahan lagi seperti yang ditemui tinta pigment pada umumnya), dan tidak memerlukan setting khusus pada printer. Hasil print tidak akan pudar walau terkena sinar matahari secara langsung dalam jangka waktu yang lama. Sangat cocok digunakan untuk Usaha Photo yang membutuhkan Kualitas Maximal hasil print photo yang tetap terjaga awet baik diletakan pada lokasi indoor maupun outdoor. Berikut Hasil Print berbagai jenis kertas yang kami scan secara langsung : Gambar untuk gambar Premium Photo Paper Glossy 270gr : KEUNGGULAN TINTA FAST PRINT PIGMENT/DURABRITE PHOTO KOREA :
|
| Tinta SUBLIM KOREA EPSON Tinta sublim adalah tinta yang digunakan untuk sablon kaos/kain. Aplikasi hanya khusus untuk Printer EPSON. Penggunakannya menggunakan kertas HVS, Photo, Inkjet, Double Matte dan sebagainya. Jadi yang memtransferkan ke kaos adalah dari tintanya. Setting print menggunakan Mirror. Jadi, Disini kertas hanya sebagai perantara untuk bantuan pemindahan hasil cetakan sablon. Kelebihannya Tinta Sublim :
|
Gadget Text
INFO DAN KONSULTASI HUBUNGI 082139434212
Tampilkan postingan dengan label Serba-Serbi Tinta Printer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba-Serbi Tinta Printer. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 11 Februari 2012
Jenis-Jenis Tinta Printer (Bagian 3)
Jenis-Jenis Tinta Printer (Bagian 2)
Tinta Asli/OEM
Bahasa Indonesia menyebut tinta asli bukan berarti yang lain adalah tinta palsu. Maksudnya asli adalah asli dari pabriknya. Kalau Bahasa Inggris itu memakai istilah OEM singkatan dari Original Equipment Manufacturer. Mungkin lebih tepat kalau istilahnya memakai tinta resmi, bukan tinta asli, walaupun kebanyakan orang tidak mengerti. Tinta inkjet Finest-Ink dan InkBrite merknya telah didaftarkan sebagai merk dagang di Indonesia dan tidak ada hubungan apa-apa dengan merk Epson, HP, Canon atau merk-merk printer yang lain.
Jika printer diibaratkan mobil, maka Epson, Canon, HP, dll bisa diibaratkan pabrik mobil spt Toyota, Honda, dll (bukan membandingkan peringkat). Tapi pabrik mobil tidak membuat bensin sendiri, yang membuat adalah Pertamina, Petronas, atau Shell dll. Sebaliknya untuk printer, pembuat tinta adalah pabrik printer itu sendiri. Nah jika sekarang anda sudah berbinis tinta, mungkin beberapa generasi lagi produk anda sudah seumum bensin dan perusahaan anda tidak kalah dengan Pertamina (why not, siapa tahu, kan jaman terus berubah?)
Tinta yg dipakai oleh printer inkjet seperti Epson, HP, Canon, Lexmark, Brother dll adalah formulasi pabriknya sendiri dan tidak dijual bebas di pasaran kecuali dalam bentuk cartridge yang siap pakai untuk printer desktopnya (kecuali Epson baru saja mencoba menjual tinta dalam bentuk botolan khusus untuk printer yang sudah ada sistim infus terintegrasi di dalamnya (tipe L-100 dan L-200 yang katanya hanya dijual/ditargetkan untuk pasar Indonesia saja).
Sepertinya sejauh ini mereka belum ada pikiran untuk menjual tintanya saja apalagi dengan harga murah, karena mereka yang melakukan riset sebagai pengembang ide. Selain karena mereka adalah pengembang/penciptanya, kualitasnya pasti premium dan tidak perlu diragukan lagi.
Warna Dasar Tinta
Perlu diketahui, bahwa printer dari merk yang sama (sama-sama HP, sama-sama Epson, dll) tetapi model berbeda bisa mempunyai/memakai jenis cartridge yang sama. Pabrikan printer mengembangkan formulasi tinta, karakteristik tinta, dan profile warna tinta, sesuai dengan spesifikasi tertentu yang dioptimumkan oleh printer driver. Seperti diketahui, ada beberapa warna dasar tinta, yaitu Hitam (Black), Cyan (Biru), Kuning (Yellow) dan Merah Muda (Magenta). Warna-warna lain akan dibentuk dengan mencampur ke-empat warna dasar tsb. Jadi secara praktis, hampir semua warna bisa dihasilkan oleh campuran warna-warna dasar tersebut, kecuali warna putih, warna metalik (emas atau silver) dan warna-warna fluoresent/neon.
Jadi warna putih tidak dihasilkan oleh printer (tidak seperti cat ada yang warna putih), tetapi mewrupakan warna dasar kertas (putih) yang tidak disemprot oleh tinta. Untuk menghasilkan warna-warna lain, masing-masing printer berusaha membuat optimum hasil cetaknya. Untuk photo printer, bisanya ditambahkan warna-warna dasar seperti biru muda (Light Cyan atau Photo Cyan) dan Merah muda pucat (Light/Photo Cyan). Tetapi ada juga yang menggunakan warna lain seperti Hijau, Oranye, Hitam Muda (Photo Black), Hitam Glossy/Matte dan lain-lain.
Macam-macam printer
Spesifikasi printer inkjet yang mempengaruhi jenis tintanya, antara lain:
1. Kecepatan cetaknya (line per minute). Semakin cepat speednya, maka harus semakin cepat kering tintanya agar tidak mbelobor ketika kertas halaman baru menimpa kertas halaman lama
2. Jenis printernya, photo printer (6+ warna dasar) vs color printer (4-warna dasar), yaitu profile warnanya
3. Teknologi cetaknya, misalnya antara Bubble Jet printer spt pada Canon vs Micropiezo pada Epson. Printer dengan teknologi Bubble Jet menggunakan panas untuk memuaikan tinta sehingga jatuh sebagai gelembung mikro yang membentuk titik semprotan tinta. Pada Epson dengan teknologi MicroPiezo, tidak digunakan panas untuk menjatuhkan tinta, tetapi menggunakan getaran crystal
4. Maximum DPI atau dot per inch, yaitu tingkat kehalusan titik droplet dari hasil cetaknya. Semakin halus titiknya, maka semakin lembut pipa/nozzle kapiler tinta pada printhead, dan semakin mudah buntu
Tinta Inkjet Compatible/Generic
Tinta inkjet compatible/generic dibuat oleh pabrik tinta, bukan oleh pabrik printer. Seperti yang kita semua tahu, jauh sebelum ada printer inkjet, pabrik tinta sudah membuat tinta untuk stempel, percetakan, alat tulis, dll. Jadi pabrik tinta ini mungkin usianya lebih tua dari HP, Canon ataupun Epson. Namun walaupun mereka ahli meramu dan membuat tinta, mereka tidak tahu harus bagaimana membuat formulasi tinta yang sesuai dengan kebutuhan sebuah inkjet printer.
Karakteristik tinta yang diperlukan untuk inkjet printer tentunya tidak sesederhana tinta untuk stempel atau alat tulis. Profil warna, tingkat keasaman (pH), surface tension (tensiometry), kekentalan (viscocity) dan specific gravity/density (berat jenis) tidak bisa sembarangan. Belum lagi parameter lain yang harus diperhatikan seperti anti bakteri/jamur, daya rembes tinta pada bahan cetak seperti kertas, serta tingkat kemurnian bahan dasar air sebagai pelarutnya.
Kesimpulan: Pabrik tinta mengerti bagaimana mencampur dan membuat tinta yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan, tetapi pabrik printerlah yang merumuskannya. Jadi siapa yang lebih menentukan? Pertanyaan ini serupa dengan pertanyaan dalam permainan sepak bola, kiper dan penyerang, mana yang lebih penting? Ya dua-duanya. Ya, pabrik printer dan pabrik tinta juga!
Tinta Spesifik vs Tinta Universal
Ketika pabrik printer merilis printernya, maka pabrik tinta mempelajari formulasi tintanya dan bereksperimen membuat tinta alternatif yang cocok. Berbekal pengalaman pengetahuan membuat tinta, mereka berusaha membuat tinta yang sesuai dengan kebutuhan printernya. Karena ada banyak jenis printer di pasar, maka sebagai konsekuensinya pabrik tinta juga berusaha membuat tinta alternatif dan spesifik yang sesuai. Dan ini berarti jumlah tinta yang ada akan cukup banyak, sebanyak jumlah cartridge atau printer yang ada. Tinta yang seperti ini disebut dengan tinta Spesifik. Tinta Finest-Ink adalah tinta spesifik.
Beberapa jenis tinta spesifik diklasifikasikan kemiripan sifatnya dan warnanya. Dengan spesifikasi rata-rata dan kompromi tidak selalu bisa optimal pada setiap jenis printer, maka akhirnya dikembangkan Tinta Universal. Tinta universal ini dibuat dengan pertimbangan kebutuhan pemakai di mana faktor ekonomis lebih diutamakan daripada hasil cetak.
Tinta Universal yang ada di pasaran adalah satu macam tinta inkjet untuk semua jenis printer dari segala merk yang ada di pasaran. Tinta InkBrite adalah tinta Universal.
Tinta Pigment vs Tinta Dye
Tinta Pigment adalah tinta yang warnanya berasal dari pewarna pigment/biasanya berupa bubuk, dan tidak larut dalam air. Nama campurannya dalam bahasa Inggris disebut sebagai suspension. Karena pewarna pigment berupa bubuk, partikel pewarna ini tidak ikut merembes masuk ke serat kertas, tetapi tinggal di permukaan dan menjadi lapisan pewarna yang lebih tahan luntur dan tahan cahaya. Sebaliknya pada Tinta Dye, pewarna ini larut dalam air dan merembes ke serat kertas. Dan untuk membedakannya, tinta dye warnanya bening/transparan (jika ikan bisa berenang di dalamnya pasti akan kelihatan). Sebaliknya tinta pigmen warnanya seperti susu (butek). Jadi jika ikan bisa berenang di dalamnya, ikan tsb tidak akan kelihatan.
Tinta dye warnanya lebih kaya daripada tinta pigment, namun tinta dye tidak tahan luntur terhadap air dan cahaya dibanding tinta pigment. Pada printer Epson, tinta asli dari Epson yang disebut dengan DuraBrite, diklaim oleh Epson tahan luntur air dan cahaya sebagus pigment tetapi warnanya kaya seperti tinta dye. Tinta Finest-Ink menyediakan baik tinta dye maupun tinta pigment, tergantung kebutuhan pelanggan.
Tinta Water Based dan Solvent Based
Tinta yang dipakai untuk printer desktop dimaksudkan oleh pabrik pembuatnya untuk dipakai dalam lingkungan kantor atau rumah, bukan dalam lingkungan pabrik. Oleh sebab itu tintanya harus ramah terhadap kesehatan, tidak beracun, dan bahkan ramah terhadap anak kecil sekalipun. Sebab itu tinta inkjet untuk printer desktop adalah tergolong Tinta Water Based, artinya memakai bahan dasar pelarut air. Selain itu Tinta Water Based tidak berbahaya dan tidak mudah terbakar. Hal ini kebalikan dengan Tinta Solvent Based yang dipakai dalam lingkungan pabrik atau pada mesin printer outdoor. Baunya cukup menyengat dan tidak baik untuk dipakai di lingkungan kantor dan rumah.
Tinta Sublimation vs Tinta Inkjet Biasa
Tinta Sublimation walaupun diperuntukkan untuk printer inkjet biasa, namun dikembangkan bukan oleh pabrik pembuat printer. Kebalikan dengan Tinta Inkjet Biasa yang dikembangkan oleh pabrik pembuat printer. Tinta Sublimation ini dikembangkan oleh pihak lain yang memanfaatkan teknologi inkjet untuk keperluan komersial. Dengan menggunakan tinta ini, maka proses sublimation, yaitu proses padat langsung menjadi gas, bisa dipindahkan untuk memindahkan gambar yang dicetak dengan tinta sublim ke bahan lain (kain, keramik, polyster, dsb) setelah dipanasi dengan mesin pemanas (seperti setrika). Keuntungannya dengan proses sublimasi ini, printer personal bisa menjadi mesin komersial dengan harga yang terjangkau. Lebih detail hal ini akan dibahas tersendiri. Tinta Finest-Ink dan Ink-Brite juga menyediakan tinta Sublimation.
Sumnber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=202286896455400
Bahasa Indonesia menyebut tinta asli bukan berarti yang lain adalah tinta palsu. Maksudnya asli adalah asli dari pabriknya. Kalau Bahasa Inggris itu memakai istilah OEM singkatan dari Original Equipment Manufacturer. Mungkin lebih tepat kalau istilahnya memakai tinta resmi, bukan tinta asli, walaupun kebanyakan orang tidak mengerti. Tinta inkjet Finest-Ink dan InkBrite merknya telah didaftarkan sebagai merk dagang di Indonesia dan tidak ada hubungan apa-apa dengan merk Epson, HP, Canon atau merk-merk printer yang lain.
Jika printer diibaratkan mobil, maka Epson, Canon, HP, dll bisa diibaratkan pabrik mobil spt Toyota, Honda, dll (bukan membandingkan peringkat). Tapi pabrik mobil tidak membuat bensin sendiri, yang membuat adalah Pertamina, Petronas, atau Shell dll. Sebaliknya untuk printer, pembuat tinta adalah pabrik printer itu sendiri. Nah jika sekarang anda sudah berbinis tinta, mungkin beberapa generasi lagi produk anda sudah seumum bensin dan perusahaan anda tidak kalah dengan Pertamina (why not, siapa tahu, kan jaman terus berubah?)
Tinta yg dipakai oleh printer inkjet seperti Epson, HP, Canon, Lexmark, Brother dll adalah formulasi pabriknya sendiri dan tidak dijual bebas di pasaran kecuali dalam bentuk cartridge yang siap pakai untuk printer desktopnya (kecuali Epson baru saja mencoba menjual tinta dalam bentuk botolan khusus untuk printer yang sudah ada sistim infus terintegrasi di dalamnya (tipe L-100 dan L-200 yang katanya hanya dijual/ditargetkan untuk pasar Indonesia saja).
Sepertinya sejauh ini mereka belum ada pikiran untuk menjual tintanya saja apalagi dengan harga murah, karena mereka yang melakukan riset sebagai pengembang ide. Selain karena mereka adalah pengembang/penciptanya, kualitasnya pasti premium dan tidak perlu diragukan lagi.
Warna Dasar Tinta
Perlu diketahui, bahwa printer dari merk yang sama (sama-sama HP, sama-sama Epson, dll) tetapi model berbeda bisa mempunyai/memakai jenis cartridge yang sama. Pabrikan printer mengembangkan formulasi tinta, karakteristik tinta, dan profile warna tinta, sesuai dengan spesifikasi tertentu yang dioptimumkan oleh printer driver. Seperti diketahui, ada beberapa warna dasar tinta, yaitu Hitam (Black), Cyan (Biru), Kuning (Yellow) dan Merah Muda (Magenta). Warna-warna lain akan dibentuk dengan mencampur ke-empat warna dasar tsb. Jadi secara praktis, hampir semua warna bisa dihasilkan oleh campuran warna-warna dasar tersebut, kecuali warna putih, warna metalik (emas atau silver) dan warna-warna fluoresent/neon.
Jadi warna putih tidak dihasilkan oleh printer (tidak seperti cat ada yang warna putih), tetapi mewrupakan warna dasar kertas (putih) yang tidak disemprot oleh tinta. Untuk menghasilkan warna-warna lain, masing-masing printer berusaha membuat optimum hasil cetaknya. Untuk photo printer, bisanya ditambahkan warna-warna dasar seperti biru muda (Light Cyan atau Photo Cyan) dan Merah muda pucat (Light/Photo Cyan). Tetapi ada juga yang menggunakan warna lain seperti Hijau, Oranye, Hitam Muda (Photo Black), Hitam Glossy/Matte dan lain-lain.
Macam-macam printer
Spesifikasi printer inkjet yang mempengaruhi jenis tintanya, antara lain:
1. Kecepatan cetaknya (line per minute). Semakin cepat speednya, maka harus semakin cepat kering tintanya agar tidak mbelobor ketika kertas halaman baru menimpa kertas halaman lama
2. Jenis printernya, photo printer (6+ warna dasar) vs color printer (4-warna dasar), yaitu profile warnanya
3. Teknologi cetaknya, misalnya antara Bubble Jet printer spt pada Canon vs Micropiezo pada Epson. Printer dengan teknologi Bubble Jet menggunakan panas untuk memuaikan tinta sehingga jatuh sebagai gelembung mikro yang membentuk titik semprotan tinta. Pada Epson dengan teknologi MicroPiezo, tidak digunakan panas untuk menjatuhkan tinta, tetapi menggunakan getaran crystal
4. Maximum DPI atau dot per inch, yaitu tingkat kehalusan titik droplet dari hasil cetaknya. Semakin halus titiknya, maka semakin lembut pipa/nozzle kapiler tinta pada printhead, dan semakin mudah buntu
Tinta Inkjet Compatible/Generic
Tinta inkjet compatible/generic dibuat oleh pabrik tinta, bukan oleh pabrik printer. Seperti yang kita semua tahu, jauh sebelum ada printer inkjet, pabrik tinta sudah membuat tinta untuk stempel, percetakan, alat tulis, dll. Jadi pabrik tinta ini mungkin usianya lebih tua dari HP, Canon ataupun Epson. Namun walaupun mereka ahli meramu dan membuat tinta, mereka tidak tahu harus bagaimana membuat formulasi tinta yang sesuai dengan kebutuhan sebuah inkjet printer.
Karakteristik tinta yang diperlukan untuk inkjet printer tentunya tidak sesederhana tinta untuk stempel atau alat tulis. Profil warna, tingkat keasaman (pH), surface tension (tensiometry), kekentalan (viscocity) dan specific gravity/density (berat jenis) tidak bisa sembarangan. Belum lagi parameter lain yang harus diperhatikan seperti anti bakteri/jamur, daya rembes tinta pada bahan cetak seperti kertas, serta tingkat kemurnian bahan dasar air sebagai pelarutnya.
Kesimpulan: Pabrik tinta mengerti bagaimana mencampur dan membuat tinta yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan, tetapi pabrik printerlah yang merumuskannya. Jadi siapa yang lebih menentukan? Pertanyaan ini serupa dengan pertanyaan dalam permainan sepak bola, kiper dan penyerang, mana yang lebih penting? Ya dua-duanya. Ya, pabrik printer dan pabrik tinta juga!
Tinta Spesifik vs Tinta Universal
Ketika pabrik printer merilis printernya, maka pabrik tinta mempelajari formulasi tintanya dan bereksperimen membuat tinta alternatif yang cocok. Berbekal pengalaman pengetahuan membuat tinta, mereka berusaha membuat tinta yang sesuai dengan kebutuhan printernya. Karena ada banyak jenis printer di pasar, maka sebagai konsekuensinya pabrik tinta juga berusaha membuat tinta alternatif dan spesifik yang sesuai. Dan ini berarti jumlah tinta yang ada akan cukup banyak, sebanyak jumlah cartridge atau printer yang ada. Tinta yang seperti ini disebut dengan tinta Spesifik. Tinta Finest-Ink adalah tinta spesifik.
Beberapa jenis tinta spesifik diklasifikasikan kemiripan sifatnya dan warnanya. Dengan spesifikasi rata-rata dan kompromi tidak selalu bisa optimal pada setiap jenis printer, maka akhirnya dikembangkan Tinta Universal. Tinta universal ini dibuat dengan pertimbangan kebutuhan pemakai di mana faktor ekonomis lebih diutamakan daripada hasil cetak.
Tinta Universal yang ada di pasaran adalah satu macam tinta inkjet untuk semua jenis printer dari segala merk yang ada di pasaran. Tinta InkBrite adalah tinta Universal.
Tinta Pigment vs Tinta Dye
Tinta Pigment adalah tinta yang warnanya berasal dari pewarna pigment/biasanya berupa bubuk, dan tidak larut dalam air. Nama campurannya dalam bahasa Inggris disebut sebagai suspension. Karena pewarna pigment berupa bubuk, partikel pewarna ini tidak ikut merembes masuk ke serat kertas, tetapi tinggal di permukaan dan menjadi lapisan pewarna yang lebih tahan luntur dan tahan cahaya. Sebaliknya pada Tinta Dye, pewarna ini larut dalam air dan merembes ke serat kertas. Dan untuk membedakannya, tinta dye warnanya bening/transparan (jika ikan bisa berenang di dalamnya pasti akan kelihatan). Sebaliknya tinta pigmen warnanya seperti susu (butek). Jadi jika ikan bisa berenang di dalamnya, ikan tsb tidak akan kelihatan.
Tinta dye warnanya lebih kaya daripada tinta pigment, namun tinta dye tidak tahan luntur terhadap air dan cahaya dibanding tinta pigment. Pada printer Epson, tinta asli dari Epson yang disebut dengan DuraBrite, diklaim oleh Epson tahan luntur air dan cahaya sebagus pigment tetapi warnanya kaya seperti tinta dye. Tinta Finest-Ink menyediakan baik tinta dye maupun tinta pigment, tergantung kebutuhan pelanggan.
Tinta Water Based dan Solvent Based
Tinta yang dipakai untuk printer desktop dimaksudkan oleh pabrik pembuatnya untuk dipakai dalam lingkungan kantor atau rumah, bukan dalam lingkungan pabrik. Oleh sebab itu tintanya harus ramah terhadap kesehatan, tidak beracun, dan bahkan ramah terhadap anak kecil sekalipun. Sebab itu tinta inkjet untuk printer desktop adalah tergolong Tinta Water Based, artinya memakai bahan dasar pelarut air. Selain itu Tinta Water Based tidak berbahaya dan tidak mudah terbakar. Hal ini kebalikan dengan Tinta Solvent Based yang dipakai dalam lingkungan pabrik atau pada mesin printer outdoor. Baunya cukup menyengat dan tidak baik untuk dipakai di lingkungan kantor dan rumah.
Tinta Sublimation vs Tinta Inkjet Biasa
Tinta Sublimation walaupun diperuntukkan untuk printer inkjet biasa, namun dikembangkan bukan oleh pabrik pembuat printer. Kebalikan dengan Tinta Inkjet Biasa yang dikembangkan oleh pabrik pembuat printer. Tinta Sublimation ini dikembangkan oleh pihak lain yang memanfaatkan teknologi inkjet untuk keperluan komersial. Dengan menggunakan tinta ini, maka proses sublimation, yaitu proses padat langsung menjadi gas, bisa dipindahkan untuk memindahkan gambar yang dicetak dengan tinta sublim ke bahan lain (kain, keramik, polyster, dsb) setelah dipanasi dengan mesin pemanas (seperti setrika). Keuntungannya dengan proses sublimasi ini, printer personal bisa menjadi mesin komersial dengan harga yang terjangkau. Lebih detail hal ini akan dibahas tersendiri. Tinta Finest-Ink dan Ink-Brite juga menyediakan tinta Sublimation.
Sumnber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=202286896455400
Jenis-Jenis Tinta Printer (Bagian 1)
1. Dye base ink
Tinta ini banyak di gunakan pada standard printer inkjet yang beredar di indonesia pada umumnya, seperti pada merk Canon, Epson, HP, Lexmark dan Brother.
Jenis dan sifat tinta :
Jenis dan sifat tinta :
- Mudah larut dengan air / non water resist
- Memiliki varian warna yang lebih banyak / wide colour gamut
- Kurang tahan pada perubahan cuaca dan waktu / poor UV resistance and weakest longevity ratings.
- Waktu pengeringan tinta pada media cetak lebih lama di bandingkan dengan tinta pigment.
Tinta Dye ini kemudian di kembangkan lagi menjadi Dye Sublimation ink, yang mana tinta jenis ini di pakai pada media cetak khusus, seperti mug, kaos dan keramik.
pengembangan jenis dan sifat tinta :
pengembangan jenis dan sifat tinta :
- Tahan terhadap air, cuaca dan waktu / good durability
- Agar tinta tahan dan solid harus melalui heating proses .
2. Pigment ink
Tinta ini juga di gunakan pada printer inkjet dengan teknologi yang lebih maju.Jenis dan sifat tinta ini :
- Lebih tahan terhadap air / Water resist
- Varian warna tidak sebanyak Dye ink / small colour gamut
- lebih tahan terhadap perubahan cuaca dan waktu / Strength UV resistance and strong longetivy ratings.
- Waktu pengeringan tinta pada media cetak lebih cepat dibandingkan dengan tinta Dye ink
- Warna dan partikel tinta lebih solid pada cetakan kertas.
Tinta pigment ini kemudian di kembangkan lagi menjadi :
- Epson dengan Durabrite dan Claria Ink -nya.
- Canon dengan Ultrachrome ink -nya
- HP dengan Vivera ink -nya.
Ke semua jenis tinta terbaru ini memiliki sifat super durability terhadap gas, air, cahaya dan waktu.
System inkjet printer
System inkjet printer di bagi menjadi :
1. Thermal Inkjet Head
Head ini bekerja dengan menggunakan system heater / thermal untuk melakukan suatu pencetakan.
Tinta berguna sebagai media cetak dan cairan pendingin (cooling agent) terhadap heater head unit sehingga tidak terjadi over heat / panas berlebihan pada heater head.
Over heat dapat mengakibatkan putusnya circuit head unit , melelehnya plastik dasar nozzle dan terjadinya pengeringan tinta pada nozzle head.
Detail Cara kerja nya :
Heater di tempatkan di dasar kanal tinta, dekat nozzle printhead. dengan adanya trigger menyebabkan pemanasan cepat pada tinta di atas titik didih. trigger ini menyebabkan perubahan dari bentuk cair menjadi uap yang menyebabkan ekspansi tinta dan memaksa tinta keluar dari nozzle printhead.
tetesan tinta tersebut akan putus tiba-tiba dan gelembung akan kembali menyentuh heater, kemudian terjadi tetesan berikutnya untuk tembak.
proses ini terjadi berulang ulang dan terjadi ribuan kali per detik.
Ada 2 Type konfigurasi untuk thermal printhead ini yaitu Roofshooters dan edgeshooters Tinta berguna sebagai media cetak dan cairan pendingin (cooling agent) terhadap heater head unit sehingga tidak terjadi over heat / panas berlebihan pada heater head.
Over heat dapat mengakibatkan putusnya circuit head unit , melelehnya plastik dasar nozzle dan terjadinya pengeringan tinta pada nozzle head.
Detail Cara kerja nya :
Heater di tempatkan di dasar kanal tinta, dekat nozzle printhead. dengan adanya trigger menyebabkan pemanasan cepat pada tinta di atas titik didih. trigger ini menyebabkan perubahan dari bentuk cair menjadi uap yang menyebabkan ekspansi tinta dan memaksa tinta keluar dari nozzle printhead.
tetesan tinta tersebut akan putus tiba-tiba dan gelembung akan kembali menyentuh heater, kemudian terjadi tetesan berikutnya untuk tembak.
proses ini terjadi berulang ulang dan terjadi ribuan kali per detik.
( Pict 1. The Roofshooter design )
Cara kerja Roofshooter adalah mengeluarkan tinta secara langsung dari induktor, dan gelembung yang di hasil kan berjarak pendek ke nozzle, sehingga kapasitas kemampuan untuk pengulangan proses lebih besar, supply tinta di tempatkan di bawah induktor transisi, sehingga memungkin kan tinta untuk dapat menyerap panas berlebihan, sehingga dapat mengurangi terjadinya overheating .
System ini sering dipakai oleh HP dan Lexmark.
System ini sering dipakai oleh HP dan Lexmark.
( Pict 2. The Edgeshooter design )
Cara kerja Edgeshooter adalah mengeluarkan tinta dari samping heater, sehingga berjarak panjang ke nozzle, secara tradisional, ini menimbulakn lebih sedikit pengulangan proses, tapi tetesan yg di hasilkan lebih tepat.
Cara kerja ini lebih sederhana, dan biaya produksi yang lebih rendah.
System ini sering di pakai oleh Canon dan Xerox.
Cara kerja ini lebih sederhana, dan biaya produksi yang lebih rendah.
System ini sering di pakai oleh Canon dan Xerox.
2. Micro Piezzo Crystal Head
Head ini mencetak dengan menggunakan system getar dan tekanan ( Vibrate and Pressure ) dalam suatu medan listrik yang terbuat dari bahan keramik khusus.
Dalam melakukan suatu proses pencetakan, tinta yang ada di dalam ink chamber / cavity / bak tinta di pompa oleh micro piezzo plate sehingga tinta terpompa keluar.
Pemakaian tinta yang tidak sesuai dengan standard menjadi faktor utama terjadinya kebuntuan pada type head ini.
Jenis system ini banyak di pakai pada printer merk Epson dan Brother.
Dalam melakukan suatu proses pencetakan, tinta yang ada di dalam ink chamber / cavity / bak tinta di pompa oleh micro piezzo plate sehingga tinta terpompa keluar.
Pemakaian tinta yang tidak sesuai dengan standard menjadi faktor utama terjadinya kebuntuan pada type head ini.
Jenis system ini banyak di pakai pada printer merk Epson dan Brother.
(Pict 3. Micro piezzo System)
3. Continuous inkjet (CIJ)
Sebagai tambahan terhadap teknik-teknik generasi bubble drop, CIJ harus pula termasuk defleksi bubble drop dan metoda-metoda peredaran ulang atau recycle tinta yang tidak diberlakukan bagi substrat.
Tinta-tinta yang digunakan di penerapan-penerapan CIJ harus konduktif. CIJ populer karena penerapan-penerapan pada industri seperti barcode printing, Box printing dan labeling product.
( Pict 4. Continuous inkjet)
Sumber: http://duraklin.com/ts_basic_i.php
Langganan:
Postingan (Atom)